INVESTIGASI TOP

Selasa, 17 Maret 2026

Dugaan Arogansi Bupati Pelalawan dan Temuan Bendera Merah Putih di Tempat Sampah


PEKANBARU, investigasitop — Sorotan terhadap Zukri Misran kembali mencuat setelah adanya temuan ornamen Bendera Merah Putih yang terbuang di tempat sampah di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Pelalawan.


Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 14.40 WIB, di kawasan Kompleks Perkantoran Bupati Pelalawan, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.


Dua orang wartawan yang berada di lokasi menemukan sejumlah ornamen Merah Putih seperti umbul-umbul dalam kondisi masih layak, namun tertumpuk dan berada di dalam tong sampah. Temuan ini kemudian dikonfirmasi langsung kepada pihak terkait.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Riau, Larshen Yunus, menyampaikan bahwa jika temuan tersebut benar, maka hal itu tidak bisa dianggap sekadar kelalaian, melainkan berpotensi sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap simbol negara.


Ia juga menyoroti sikap Bupati Pelalawan yang dinilai kurang responsif terhadap konfirmasi wartawan. Menurutnya, apabila kepala daerah sedang sibuk, seharusnya dapat menugaskan pihak lain dari jajaran ASN untuk memberikan klarifikasi.


Lebih lanjut, Larshen mengungkapkan adanya dugaan tindakan tidak profesional dari oknum staf atau ajudan yang disebut-sebut mengajak wartawan berkonflik fisik saat dimintai klarifikasi terkait temuan tersebut. Peristiwa itu disebut terjadi pada 24 Februari 2026.


Menurutnya, situasi ini mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap kerja jurnalistik serta lemahnya pengawasan terhadap perilaku aparatur di lingkungan pemerintah daerah.


Larshen menegaskan bahwa persoalan ini perlu menjadi perhatian serius, mengingat simbol negara seharusnya diperlakukan dengan penuh penghormatan, bukan diabaikan apalagi dibuang sembarangan.


Sebagai tindak lanjut, pihak KNPI Riau berencana akan menyurati instansi terkait dengan melampirkan bukti awal atas kejadian tersebut.


Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Bupati Pelalawan, Zukri Misran, telah dilakukan oleh media sebagai bagian dari penerapan Kode Etik Jurnalistik. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.



Tim

Kapolda Riau !! SPBU 13.282.634 Diduga Jadi Sarang Mobil Pelansir, Antrian Panjang Lumpuhkan Jalan Utama Kota Pekanbaru.KAPOLRESTA PEKAN BARU DI HARAPKAN BERTINDAK.

 


PEKANBARU, Investigasitop-- Aktivitas mencurigakan kembali terjadi di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di jantung Kota Pekanbaru. SPBU 13.282.634, yang berlokasi strategis di depan Mall SKA dan di belakang Transmart, diduga kuat menjadi lokasi bebas operasi mobil-mobil pelansir BBM bersubsidi, sehingga menyebabkan antrian panjang dan kemacetan parah di Jalan Soekarno–Hatta.




Pantauan di lapangan pada Kamis malam (22/01/2026) sekitar pukul 21.01 WIB, terlihat deretan mobil, didominasi kendaraan bak terbuka dan mobil modifikasi, mengular panjang hingga memakan badan jalan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga merugikan masyarakat umum yang hanya ingin mengisi BBM sesuai aturan.




Ironisnya, SPBU tersebut berada di kawasan vital kota, namun praktik pelansiran seolah dibiarkan berlangsung terang-terangan. Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya pembekingan dari oknum aparat penegak hukum (APH), mengingat aktivitas ilegal ini berlangsung berulang kali tanpa tindakan tegas.




“Ini bukan kejadian sekali dua kali. Hampir setiap malam antriannya panjang, macet, dan isinya mobil-mobil pelansir. Tapi anehnya aman-aman saja,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.




Keberadaan mobil pelansir BBM bersubsidi jelas melanggar aturan, mencederai rasa keadilan, dan berpotensi menyebabkan kerugian negara. Lebih parah lagi, SPBU yang seharusnya melayani masyarakat justru diduga menjadi ladang permainan mafia BBM di tengah kota.




Masyarakat mendesak Pertamina, BPH Migas, dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan sidak, audit, dan penindakan tegas terhadap pengelola SPBU serta pihak-pihak yang terlibat. Jika dibiarkan, praktik ini bukan hanya merusak tata kelola distribusi BBM bersubsidi, tetapi juga menunjukkan lemahnya penegakan hukum di Kota Pekanbaru.




Pertanyaannya, sampai kapan SPBU 13.282.634 kebal hukum?


Dan siapa yang sebenarnya bermain di balik bebasnya mobil pelansir beroperasi di pusat kota?




Kini publik menunggu Aparat penegak hukum bertindak bukan malah melindungi para mafia minyak bersubsidi.


Tim

Mudik Aman, Keluarga Bahagia: Polda Riau dan Cipayung Plus Berangkatkan Ratusan Pemudik dengan Pengawalan Hingga Tujuan


PEKANBARU, Investigasitop– Wakapolda Riau, Brigjen Hengki Haryadi, membacakan amanat Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, dalam kegiatan pelepasan program mudik bersama yang digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.


Dalam amanat tersebut, Kapolda Riau mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan kesempatan, khususnya dalam menyambut momentum Lebaran yang penuh berkah.


Ia menegaskan bahwa tradisi mudik bukan sekadar perjalanan pulang ke kampung halaman, melainkan memiliki makna sosial dan budaya yang mendalam bagi masyarakat Indonesia. Mudik menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat identitas sosial, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.


“Pada hakikatnya, mudik merupakan perjalanan pulang ke kampung halaman yang dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam perspektif sosial, mudik menjadi momentum mempererat hubungan kekeluargaan dan menjaga nilai-nilai budaya,” ujar Brigjen Hengki, Selasa (17/3/2026).


Lebih lanjut disampaikan, tradisi mudik telah berkembang menjadi fenomena nasional dengan dimensi sosial, ekonomi, dan budaya yang sangat kuat. Hal ini mencerminkan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan, silaturahmi, dan penghormatan kepada keluarga.


Berdasarkan data Kementerian Perhubungan RI, diperkirakan sekitar 50,60 persen penduduk Indonesia atau setara 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan selama masa angkutan Lebaran 2026. Tingginya mobilitas tersebut berpotensi meningkatkan volume kendaraan di berbagai jalur utama, sekaligus berdampak pada dinamika lalu lintas secara nasional.


Namun demikian, fenomena mudik juga memberikan dampak positif, seperti berkurangnya kepadatan di kota-kota besar karena sebagian masyarakat kembali ke daerah asal.


Dalam mendukung kelancaran program mudik bersama, Polda Riau menyiapkan empat unit armada transportasi yang terdiri dari dua bus besar dan dua bus kecil, dengan kapasitas sekitar 140 hingga 160 orang. Para peserta diberangkatkan menuju sejumlah daerah tujuan, seperti Bukittinggi dan Solok (Sumatera Barat), Rantau Prapat (Sumatera Utara), serta Padang Sidempuan melalui wilayah Rokan Hulu.


Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan, setiap rombongan mendapatkan pengawalan dari personel kepolisian hingga tiba di tujuan. Langkah ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama periode mudik.


Selain itu, Polri juga tengah melaksanakan Operasi Ketupat 2026 sebagai bagian dari pengamanan nasional. Operasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan arus mudik berjalan aman, tertib, dan lancar.


“Kelancaran transportasi tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga menyangkut distribusi logistik, aktivitas ekonomi, serta stabilitas sosial,” jelasnya.


Sementara itu, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan upaya pengamanan dan pelayanan lalu lintas guna mendukung terwujudnya mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.


“Kami berkomitmen untuk mewujudkan mudik aman, keluarga bahagia melalui penguatan Kamseltibcarlantas, peningkatan pengawasan di jalur-jalur rawan, serta pelayanan maksimal di pos pengamanan dan pos pelayanan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri saat berkendara,” tegasnya.


Ia juga menambahkan agar para pemudik memanfaatkan fasilitas rest area serta pos pengamanan untuk beristirahat, serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.


Salah satu peserta, Rahmat Syarif, pengemudi ojek online (ojol) di Pekanbaru yang berasal dari Rantau Prapat dan berdomisili di Air Hitam, mengaku sangat terbantu dengan adanya program mudik kebangsaan ini. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Polda Riau dan seluruh pihak yang telah memfasilitasi perjalanan pulang ke kampung halamannya.


“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan program ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat meringankan beban masyarakat, khususnya kami para pekerja,” ungkapnya.


Di akhir amanat, Kapolda Riau melalui Wakapolda menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat. Ia juga berharap sinergi lintas sektor terus ditingkatkan dalam membangun etika dan budaya tertib berlalu lintas.


“Semoga kerja sama ini terus terjalin dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” tutupnya.





Idam lanun 

Senin, 16 Maret 2026

Desakan Transparansi PT ITA Menguat, Masyarakat Meranti dan Aliansi Pemuda Anti Korupsi Dorong Pemeriksaan Independen


PEKANBARU,investigasitop– Desakan terhadap transparansi operasional PT Imbang Tata Alam (ITA) di wilayah Kepulauan Meranti semakin menguat. Sejumlah masyarakat Meranti bersama Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK) meminta agar berbagai polemik yang berkembang di lapangan tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.


Isu yang menjadi sorotan publik di antaranya terkait dugaan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi dalam aktivitas operasional, serta sengketa lahan antara perusahaan dengan masyarakat di Desa Tanjung, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang saat ini diketahui masih berjalan dalam proses persidangan.


Menurut masyarakat, polemik yang terjadi selama ini belum mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari pihak perusahaan, sementara di sisi lain persoalan sengketa lahan yang tengah diproses secara hukum juga dinilai berjalan terlalu lama tanpa kepastian bagi masyarakat yang terlibat.


“Persoalan ini sudah terlalu lama berjalan. Kami sebagai masyarakat merasa perlu ada langkah yang lebih jelas agar semua menjadi terang,” ujar salah satu warga Desa Tanjung yang terlibat dalam sengketa lahan dengan perusahaan.


---


Dorong Pemeriksaan Independen


Melihat situasi tersebut, masyarakat Meranti bersama Aliansi Pemuda Anti Korupsi sepakat untuk mendorong adanya pemeriksaan independen terhadap aktivitas operasional PT ITA di wilayah tersebut.


Ketua Aliansi Pemuda Anti Korupsi, Bob Riau, menyatakan bahwa langkah ini dilakukan agar polemik yang berkembang tidak sekadar menjadi perdebatan opini antara masyarakat dan pihak perusahaan.


“Agar polemik ini tidak berkepanjangan, kami meminta pemerintah dan aparat terkait melakukan pemeriksaan langsung di lapangan. Ini penting agar semua pihak mendapatkan kejelasan yang objektif,” ujar Bob.


Menurutnya, pemeriksaan independen perlu melibatkan sejumlah institusi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan industri dan pemerintahan.


Aliansi Pemuda Anti Korupsi secara terbuka meminta keterlibatan beberapa pihak, di antaranya:


- DPRD Provinsi Riau

- Inspektorat

- SKK Migas

- Aparat Penegak Hukum (APH)


Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional perusahaan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku, termasuk terkait penggunaan bahan bakar dalam kegiatan industri.


---


Transparansi Operasional Dipertanyakan


Aliansi Pemuda Anti Korupsi juga menilai bahwa perusahaan seharusnya membuka informasi yang lebih transparan kepada publik terkait berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.


Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor energi dan beroperasi di wilayah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat lokal, PT ITA dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga hubungan yang sehat dengan masyarakat sekitar.


“Perusahaan harus mampu menunjukkan transparansi dalam operasionalnya. Jika memang tidak ada persoalan, maka seharusnya tidak ada masalah untuk membuka informasi secara jelas kepada publik,” ujar Bob.


Ia juga menegaskan bahwa langkah masyarakat mendorong pemeriksaan independen bukanlah bentuk tekanan semata, melainkan bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya yang berada di wilayah Riau.


---


Masyarakat Menunggu Sikap Tegas Pemerintah


Dengan meningkatnya sorotan publik terhadap persoalan ini, masyarakat berharap pemerintah daerah dan lembaga terkait dapat segera mengambil langkah konkret.


Mereka menilai kehadiran pemerintah sangat penting untuk memastikan bahwa aktivitas perusahaan di wilayah Kepulauan Meranti berjalan sesuai aturan serta tidak merugikan masyarakat setempat.


“Masyarakat hanya ingin kejelasan. Jika memang semuanya berjalan sesuai aturan, maka pemeriksaan independen justru akan menjadi bukti bahwa operasional perusahaan tidak bermasalah,” ujar salah satu perwakilan masyarakat.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Imbang Tata Alam belum memberikan tanggapan lanjutan terkait desakan masyarakat dan Aliansi Pemuda Anti Korupsi yang meminta adanya pemeriksaan independen terhadap aktivitas operasional perusahaan di wilayah tersebut. Catatan Redaksi / Hak Jawab


Pemberitaan ini merupakan bagian dari kerja jurnalistik yang disusun berdasarkan penelusuran informasi, data lapangan, serta keterangan dari sejumlah narasumber yang relevan. Redaksi tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah dan tidak bermaksud menyimpulkan adanya pelanggaran hukum sebelum adanya keputusan dari pihak yang berwenang.


Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, setiap pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini memiliki hak untuk menyampaikan hak jawab, klarifikasi, maupun hak koreksi kepada redaksi.


Redaksi membuka ruang komunikasi resmi kepada pihak PT Imbang Tata Alam (ITA) maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan atau tanggapan atas informasi yang dimuat dalam pemberitaan ini. Klarifikasi yang disampaikan akan dimuat secara proporsional sebagai bagian dari komitmen redaksi terhadap pemberitaan yang berimbang, akurat, dan bertanggung jawab.




Redaksi

Lapas Narkotika Rumbai Terus Komitmen Wujudkan Zero Halinar Dengan Gelar Razia Insidentil


Pekanbaru, investigasitop - Dalam rangka Deteksi Dini dalam menangani potensi Gangguan Keamanan dan Ketertiban serta komitmen dalam mewujudkan zero halinar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai menggelar razia kamar hunian warga binaan, Senin (16/3/2026).


Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin pertama, yaitu memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan.


Razia berlangsung di blok hunian Lapas Narkotika Rumbai, melibatkan kegiatan penggeledahan menyeluruh, termasuk pemeriksaan barang-barang di kamar warga binaan dan penggeledahan badan secara langsung oleh petugas. Penggeledahan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada barang terlarang seperti narkoba, senjata tajam, atau barang-barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan.


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Edoward Nikelini Bangun didampingi Kepala Subseksi Pelaporan dan Tata Tertib, Wan Rezwanda, Kepala Subseksi Keamanan, Aidiel Candra serta Staf dan regu penjagaan.


“Sesuai arahan menteri imigrasi dan pemasyarakatan, mari sama-sama kita laksanakan point per point salah satunya meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini dalam upaya mengantisipasi timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban. Tingkatkan intensitas kontrol keliling blok hunian maupun lingkungan luar Lapas dan tingkatkan ketelitian dalam pemeriksaan barang dan orang yang masuk ke dalam Lapas,” ungkap Kasi Adm.Kamtib. 

Kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil dari razia.





Mirza halawa 

Teliti dalam Pemeriksaan, Petugas Lapas Narkotika Rumbai Berhasil Gagalkan Penyelundupan Paket Sabu-Sabu


Pekanbaru, investigasitop - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan paket sabu-sabu melalui layanan kunjungan warga binaan, Senin (16/03/2026).


Hal ini tidak lepas dari kecermatan petugas dalam melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP) penggeledahan terhadap barang pengunjung. Pelaksanaan tugas sesuai SOP ini merupakan langkah awal dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban yang bisa saja terjadi di lapas.


Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai, Reinhards Indra Pitoy tak henti-hentinya menghimbau para petugas untuk lebih ketat dalam pemeriksaan terhadap barang-barang maupun badan pengunjung yang masuk ke dalam Lapas.


"Waspada jangan-jangan, itulah kunci kecermatan seorang petugas pemasyarakatan dalam mengamati situasi dan gerak-gerik yang mencurigakan di sekitarnya. Hal tersebut tercermin pada peristiwa penggagalan penyelundupan paket sabu-sabu ini. Kedepannya kami akan terus meningkatkan kewaspadaan. Kami himbau bagi pengunjung maupun warga binaan jika melakukan pelanggaran tidak segan-segan akan kami proses hukum", tegasnya.


Kalapas Narkotika Kelas IIB Rumbai menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat layanan kunjungan dengan diamankannya satu orang dari anggota keluarga warga binaan inisial DH di ruang layanan kunjungan pada hari Senin (16/03/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.


Dari penggeledahan yang dilakukan oleh petugas terhadap pengunjung tersebut, didapati satu paket sabu-sabu yang disimpan di dalam pakaian pengunjung. Kemudian pengunjung tersebut dibawa keruangan Kamtib untuk dimintai kesaksian dan keterangan.


Nantinya warga binaan inisial DH akan dikenakan hukuman disiplin (register F) lalu dipindahkan ke straf cell untuk pembinaan lebih lanjut dan bagi keluarga yang bersangkutan tidak diperbolehkan untuk berkunjung dalam batas waktu yang belum ditentukan.




Mirza halawa 

Apel Pagi Lapas Pekanbaru, Kasubag TU Ingatkan Pentingnya Disiplin dan Integritas Petugas


Pekanbaru, investigasitop INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melaksanakan apel pagi pada Senin (16/03), yang bertempat di halaman Lapas Pekanbaru. Apel pagi tersebut dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Novindra.


Kegiatan apel pagi ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, staf, serta pegawai magang di lingkungan Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Apel berlangsung dengan tertib dan khidmat sebagai bentuk kedisiplinan pegawai sekaligus sarana penyampaian arahan kepada seluruh jajaran.


Dalam amanatnya, Novindra menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dan integritas sebagai dasar utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemasyarakatan. Ia mengingatkan seluruh petugas untuk selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi profesionalisme, serta menjaga nama baik institusi.


“Disiplin dan integritas merupakan hal yang sangat penting bagi setiap petugas. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta tetap menjaga sikap profesional dalam setiap pelaksanaan pekerjaan,” ujar Novindra dalam arahannya.


Selain itu, Novindra juga mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas, terlebih dalam momentum bulan Ramadhan. Ia menekankan agar seluruh petugas tetap menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas tetap kondusif.


Menurutnya, bulan Ramadhan seringkali membawa perubahan pada aktivitas harian, sehingga diperlukan kesiapsiagaan serta pengawasan yang lebih optimal dari seluruh petugas.


Melalui kegiatan apel pagi ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru dapat terus meningkatkan kedisiplinan, integritas, kewaspadaan, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan, sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.





Mirza halawa 

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done